Rangkaian uji coba penggunaan aplikasi daring berbasis AndroidRuang Desatelah selesai dilaksanakan di tiga provinsi, yaitu Aceh, Jawa Timur (Jember & Trenggalek) dan Nusa Tenggara Barat (Bima & Mataram). Uji coba aplikasi Ruang Desa dilaksanakan di provinsi Aceh pada 15 Maret 2017, Kab. Jember 21 Maret 2017, Kab. Trenggalek 23-24 Maret 2017, Kab. Bima 30 Maret 2017 dan Kota Mataram 3 April 2017.

Aplikasi yang diluncurkan pada 31 Januari 2017 ini dikembangkan berdasarkan kerjasama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Pemerintah Australia melalui KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) dan Ruangguru. Aplikasi Ruang Desa dikembangkan dengan harapan untuk dapat mempermudah komunikasi antara aparat dan pendamping desa. Selain itu, dengan aplikasi ini, pemerintah pusat akan mendapatkan data real time mengenai permasalahan yang terjadi di desa.

Dari keseluruhan rangkaian uji coba yang dilaksanakan, total pengguna aplikasi Ruang Desa berjumlah 260. Di antaranya terdiri dari pendamping, pengelola desa, serta perwakilan pemerintah provinsi, kecamatan dan kabupaten. Pengguna aplikasi Ruang Desa turut memberikan masukan untuk pengembangan aplikasi ini ke depannya. Salah satunya adalah agar dapat memuat regulasi-regulasi lokal, seperti Peraturan Bupati.

Selain itu, dalam uji coba ini juga disampaikan oleh para pengguna bahwa mereka masih mengalami hambatan dalam penggunaan aplikasi Ruang Desa. Hambatan terbesar yang dihadapi oleh para pengguna ialah jaringan internet. Masih terdapat banyak desa-desa yang belum terdapat jaringan internet sehingga menyulitkan para pengguna untuk menggunakan aplikasi ini.

Aplikasi yang akan digunakan pendamping dan aparet desa ini akan dikembangkan berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan di 3 (tiga) provinsi tersebut.